{"id":7935,"date":"2020-01-27T23:26:11","date_gmt":"2020-01-27T23:26:11","guid":{"rendered":"https:\/\/paitobolagila.net\/?p=7935"},"modified":"2020-03-12T00:44:14","modified_gmt":"2020-03-12T00:44:14","slug":"7935","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/?p=7935","title":{"rendered":"Berkah Melimpah Lobster Garut Saat Puncak Imlek"},"content":{"rendered":"\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"150\" height=\"29\" class=\"wp-image-3547\" style=\"width: 150px;\" src=\"https:\/\/paitobolagila.net\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Logo-Bolagila.png\" alt=\"\"> <strong>&#8211;<\/strong>&nbsp;Hasil tangkapan lobster di perairan laut selatan Garut, Jawa Barat saat ini tengah melimpah. Bagi Anda yang doyan makanan kaya protein hewani ini, saatnya menggelar pesta&nbsp;<a rel=\"noreferrer noopener\" aria-label=\" (opens in a new tab)\" href=\"https:\/\/www.liputan6.com\/tag\/lobster\" target=\"_blank\">lobster<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>\n\nSobri, pengusaha Lobster Taman Manalusu, Desa Cigadog, Kecamatan Cikelet, Garut mengatakan, musim kemarau cukup panjang yang terjadi tahun lalu, menyimpan hikmah tesendiri bagi nelayan.\n\n<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Pengalaman kami, jika kemarau panjang maka lobster banyak, tapi jika kemarau pendek, lobsternya malah berkurang,&#8221; ujar dia, saat ditemui Sabtu (25\/1\/2020).<\/p>\n\n\n\n<p>Terhitung sejak Oktober tahun lalu, tangkapan lobster terbilang tinggi, meskipun gelombang pantau laut selatan terbilang tinggi saat ini. &#8220;Puncaknya (lobster) dipredisikan Januari ini, tapi tidak tahu juga, sampai kapan,&#8221; ujarnya dengan bangga.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, limpahan&nbsp;<a href=\"https:\/\/bolagila.asia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\" aria-label=\"lobster (opens in a new tab)\">lobster<\/a>&nbsp;yang cukup besar memang anugerah bagi nelayan setempat, bahkan tahun ini puncak panen lobster terbilang lama. &#8220;Biasanya dimulai November, tapi sekarang malam Oktober sudah banyak,&#8221; kata dia.<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi itu tak ayal membuat rona kegembiraan nampak terpancar dari para nelayan. Jika biasanya hanya mendapatkan lobster 5-10 kilogram, namun saat ini justru bisa naik hingga enam kali lipat.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Hari ini saya jual sekitar 30 kilogram, padahal gelombang laut tengah tinggi,&#8221; ujar Mulyana, nelayan setempat.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain potensi lobster yang terbilang melimpah, pemilihan waktu menebar jaring yang tepat ujar dia, menjadi faktor lain keberhasilan hasil tangkapan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Biasanya kalau lagi banyak begini, kita pilih pagi hari, menjelang siang kita angkat,&#8221; ujar Mulyana membocorkan waktu tangkapan yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sobri menyatakan, saat ini rata-rata hasil tangkapan lobster yang dijual nelayan mencapai tiga hingga lima kuintal setiap hari. Angka itu naik dua kali lipat dibanding bulan biasa.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Biasa paling satu sampai dua kuintal sudah bagus, sekarang bisa tembus lima (kuintal), bahkan lebih,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa daerah yang menjadi tujuan pemasaran&nbsp;<a href=\"https:\/\/bolagila.asia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\" aria-label=\"lobster (opens in a new tab)\">lobster<\/a>&nbsp;dari Garut yakni Jakarta, Surabaya, Jogjakarta. &#8220;Tapi biasanya yang (lobster) besar larinya buat ekspor, kalau yang kecil atau sedang, untuk resto,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Omset Imlek Turun<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><a href=\"https:\/\/bolagila.asia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn1-production-images-kly.akamaized.net\/NDKKiuTWBLgmEdiDah7sZEbmd_8=\/640x360\/smart\/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)\/kly-media-production\/medias\/3032718\/original\/014772700_1580037977-lobster_2.jpeg\" alt=\"Lobster segar hasil tangkapan nelayan pantai selatan Garut, Jawa Barat, tengah melimpah saat imlek tahun ini\"\/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Namun meskipun demikian, di tengah pasokan lobster yang cukup melimpah, harga jual terbilang kurang bersahabat.<\/p>\n\n\n\n<p>Masuknya momen imlek tahun ini, yang berbarengan jatuh pada Januari, membuat pesanan lobster, terutama berukuran jumbo turun. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Orang Cina kebanyakan libur, sehingga lobster ukuran besar kurang laku,&#8221; kata dia.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia mencontohkan, jika sebelumnya lobster jenis mutiara dengan berat satu kilogram berisi dua tiga ekor di hargai Rp600 ribu per kilo, maka saat ini hanya dijual Rp 400 ribu per kilo.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian lobster ukuran sedang dengan jumlah 7-8 ekor per kilogram hanya dijual Rp 120 ribu. \u201cBiasanya kami jual di angka Rp300 ribu per kilo,&#8221; kata dia.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan lobster ukuran kecil dengan jumlah 13-15 ekor per kilo, hanya dijual di bawah Rp 100 ribu per kilogram. &#8220;Jumlahnya juga cukup melimpah,&#8221; kata dia.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kondisi itu, tak mengherankan penjualan jumlah lobster berukuran kecil meroket tajam, terutama mereka yang tengah berkunjung saat liburan imlek.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&#8220;Apalagi harganya juga murah, dari awalnya Rp 120 ribu, sekarang hanya Rp 75 ribu per kilo,&#8221; ujar dia.<\/p>\n\n\n\n<p>Eko, salah satu pengunjung asal Garut merasakan hal itu. Menurutnya, pembelian lobster terbilang murah saat liburan imlek tahun ini. &#8220;Kalau di pasaran ukuran satu kilogram berisi 13 ekor ekor itu, bisa mencapai Rp 180 ribu,&#8221; kata dia.<\/p>\n\n\n\n<p>Merosoknya permintaan lobster ukuran jumbo atau besar saat imlek, memang tidak dipungkiri. Namun hal itu bakal kembali normal, sepekan setelah perayaan hari besar masyarakat tionghoa itu berlangsung.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Pasokan buat ekspor kan kembali normal, jadi lobster besar banyak dibutuhkan,&#8221; kata Sobri.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8211;&nbsp;Hasil tangkapan lobster di perairan laut selatan Garut, Jawa Barat saat ini tengah melimpah. Bagi Anda yang doyan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7936,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-7935","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7935","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7935"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7935\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7936"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7935"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7935"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7935"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}