{"id":51380,"date":"2021-11-10T05:05:35","date_gmt":"2021-11-10T05:05:35","guid":{"rendered":"https:\/\/paitobolagila.net\/?p=51380"},"modified":"2021-11-10T05:05:36","modified_gmt":"2021-11-10T05:05:36","slug":"jangan-meninggalkan-sejarah-ini-pesan-10-pahlawan-nasional-bagi-pemuda-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/?p=51380","title":{"rendered":"Jangan Meninggalkan Sejarah, Ini Pesan 10 Pahlawan Nasional bagi Pemuda Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\"><ul class=\"blocks-gallery-grid\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/paitobolagila.net\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/1.webp\" alt=\"\" data-id=\"51381\" data-full-url=\"https:\/\/paitobolagila.net\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/1.webp\" data-link=\"https:\/\/paitobolagila.net\/?attachment_id=51381\" class=\"wp-image-51381\" srcset=\"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/1.webp 640w, https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/1-300x169.webp 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/figure><\/li><\/ul><\/figure>\n\n\n\n<p><strong><a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/180.210.206.250\/\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/180.210.206.250\/\" target=\"_blank\">Bolagila<\/a><\/strong>&#8211; Memperingati Hari Pahlawan pada 10 November 2021, Kementerian Sosial Republik Indonesia (<a href=\"https:\/\/180.210.206.250\/\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/180.210.206.250\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Kemensos <\/a>RI) merangkum 10 pesan pahlawan mulai dari Ir Soekarno hingga R.A. Kartini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ir Soekarno<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno terkenal dengan pesannya terkait pemuda yang menjadi harapan bangsa sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBerikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Dan berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya,\u201d kata Soekarno dalam pidato Hari Pahlawan 10 November 1961.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka,\u201d pidato HUT Proklamasi 1963.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPerjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJangan sekali-kali meninggalkan sejarah.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dokter Cipto Mangunkusumo<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dokter Cipto Mangunkusumo adalah salah satu pahlawan nasional yang berprofesi sebagai dokter dan namanya diabadikan di sebuah rumah sakit di Jakarta, ia sempat berpesan:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHari kemudian dari pada tanah kita dan rakyat kita terletak dalam hari sekarang, hari sekarang itu ialah kamu, hari Generasi Muda!&#8221;<br><br><strong>Pattimura<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPattimura-pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura-pattimura muda akan bangkit.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Pesan ini disampaikan pada saat ia akan digantung di Kota Ambon tanggal 16 Desember 1817.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tjut Nyak Dien<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pahlawan perempuan asal Aceh dan diasingkan di Sumedang, Jawa Barat hingga wafat dan dimakamkan di sana pernah menyampaikan:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita tidak akan menang bila kita masih terus mengingat semua kekalahan.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Abdul Muis<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pahlawan Nasional Abdul Muis sempat menceritakan pengalamannya di luar negeri kepada para pemuda di Sulawesi. Ketika ia melakukan kunjungan ke Sulawesi sebagai anggota Volksraad dan sebagai wakil Sarekat Islam (SI), ia berpesan:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Moh. Hatta<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Wakil Presiden RI pertama pernah berkata:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekadar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi.\u201d<br><br><strong>Bung Tomo<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bung Tomo dalam pidatonya di radio saat pertempuran menghadapi Inggris di Surabaya bulan November 1945 menyatakan:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSelama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Pidato lainnya melalui Radio Pemberontakan:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJangan memperbanyak lawan, tetapi perbanyaklah kawan\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Silas Papare<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Silas Papare dikenal sebagai pahlawan yang memperjuangkan Irian Barat atau Papua agar terlepas dari belenggu kolonialisme Belanda dan kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia sempat berkata:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJangan sanjung aku, tetapi teruskanlah perjuanganku.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><strong>I Gusti Ngurah Rai<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pahlawan Nasional Bali, I Gusti Ngurah Rai sempat berkirim surat kepada Letnan Kolonel Termeulen yang isinya seperti tersalin dalam Bali Berjuang:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami sanggup dan berjanji bertempur terus hingga cita-cita tercapai.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><strong>R.A Kartini<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pahlawan pejuang hak perempuan R.A Kartini sempat menyampaikan:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTahukah engkau semboyanku? Aku mau! 2 patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata \u2018Aku tidak dapat!\u2019 melenyapkan rasa berani. Kalimat \u2018Aku mau!\u2019 membuat kita mudah mendaki puncak gunung.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bolagila&#8211; Memperingati Hari Pahlawan pada 10 November 2021, Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) merangkum 10 pesan pahlawan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[697,667,250,695],"class_list":["post-51380","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-bandarterpercaya","tag-bandartogel","tag-bolagila","tag-judionline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/51380","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=51380"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/51380\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=51380"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=51380"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=51380"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}