{"id":43822,"date":"2021-08-29T03:27:40","date_gmt":"2021-08-29T03:27:40","guid":{"rendered":"https:\/\/paitobolagila.net\/?p=43822"},"modified":"2021-08-29T03:27:41","modified_gmt":"2021-08-29T03:27:41","slug":"wajib-tahu-ternyata-inilah-faktor-pemicu-badai-sitokin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/?p=43822","title":{"rendered":"Wajib Tahu! Ternyata Inilah Faktor Pemicu Badai Sitokin"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/awsimages.detik.net.id\/community\/media\/visual\/2020\/07\/14\/tampilan-virus-corona-di-bawah-mikroskop-cantik-tapi-berbahaya-6_169.jpeg?w=700&amp;q=90\" alt=\"Virus Corona terbaru atau Sars-Cov-2 yang menjadi penyebab COVID-19 memang berbahaya. Tapi tampilannya di bawah mikroskop bisa sangat bertolak belakang.\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"https:\/\/180.210.206.250\/\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/180.210.206.250\/\">BOLAGILA <\/a><\/strong>&#8211;\u00a0Beberapa waktu lalu, Deddy Corbuzier mengungkapkan dirinya terinfeksi COVID-19 dan mengalami kondisi\u00a0badai sitokin. Selain Deddy, Raditya Oloan juga mengalami kondisi ini dan meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara umum, setiap pasien Corona berisiko mengalami kondisi tersebut, meskipun telah dinyatakan negatif dari\u00a0COVID-19. Menurut dokter spesialis penyakit dalam, dr Ceva Wicaksono Pitoyo, SpPD-KP, badai sitokin berasal dari dua kata, yaitu cyto (sel) dan kine (kinetik atau pergerakan).<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Itu semacam protein yang dilepaskan sel kekebalan, semacam senjata yang dilepaskan dan alat komunikasi kepada sel yang lain untuk memerintahkan terjadi peradangan,&#8221; kata dr Ceva dalam Podcast <a href=\"https:\/\/180.210.206.250\/\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/180.210.206.250\/\">TanyaIDI<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada pasien yang mengalami badai sitokin, beberapa sel dalam tubuh akan mengalami kerusakan. Namun menurut dr Ceva, kondisi itu juga dapat berfungsi sebagai peredam.<\/p>\n\n\n\n<p>Umumnya, badai <a href=\"https:\/\/180.210.206.250\/\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/180.210.206.250\/\">sitokin <\/a>dapat terjadi ketika telah melewati hari ke-10. Kondisi itu kemungkinan dapat berlangsung selama 40 hari dan dapat menyerang pada semua organ.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Beberapa pasien ada yang mengalaminya saat hari ke-4. Setiap pasien juga mengalami badai yang berbeda, mulai dari badai ringan hingga berat,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>dr Ceva menjelaskan, pada badai yang berat pasien akan mengalami gejala demam, sesak napas, saturasi oksigen semakin menurun, bahkan serangan jantung akibat pergumpalan darah.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menambahkan, sampai saat ini Indonesia belum memiliki alat untuk memprediksi pasien yang berisiko terkena\u00a0badai sitokin. Namun, ada beberapa faktor risiko yang mempengaruhinya, salah satunya usia.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Tapi tampaknya, faktor usia menjadi salah satu <a href=\"https:\/\/180.210.206.250\/\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/180.210.206.250\/\">pemicunya<\/a>. Banyak yang terjadi pada usia di atas 50 tahun. Semakin lanjut usia, risiko terkena badai sitokin lebih besar,&#8221; jelas dr Ceva.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski begitu, dr Ceva mengatakan bahwa pasien usia muda juga berisiko terkena badai sitokin. Namun jumlah tersebut lebih sedikit dibanding usia tua.<\/p>\n\n\n\n<p>Menyinggung pasien yang memiliki\u00a0<a href=\"https:\/\/180.210.206.250\/\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/180.210.206.250\/\">komorbid<\/a>, dr Ceva mengatakan bahwa belum ada bukti yang signifikan untuk menjadikan komorbid sebagai faktor risiko.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Hanya saja, ketika badai sitokin yang dialaminya semakin berat, penyakit bawaan itu bisa semakin parah, terutama pada penderita sakit ginjal,&#8221; kata dr Ceva.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa pasien yang memiliki gangguan genetik dapat mengalaminya. Menurutnya, jika sistem kekebalan tubuh cenderung lebih reaktif, pasien akan cenderung terkena badai sitokin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BOLAGILA &#8211;\u00a0Beberapa waktu lalu, Deddy Corbuzier mengungkapkan dirinya terinfeksi COVID-19 dan mengalami kondisi\u00a0badai sitokin. Selain Deddy, Raditya Oloan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[697,779,695],"class_list":["post-43822","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-bandarterpercaya","tag-bandartogelonline","tag-judionline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43822","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=43822"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43822\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=43822"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=43822"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paitobolagila.xyz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=43822"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}